Kita Bisa!
Tuhan cobaan macam apa ini? kenapa harus keluarga ku yang Kau pilih tuhan. Apakah menurutMu kami kuat? atau ini adalah bagian dari skenario yang Kau susun untuk mengangkat derajat keluarga ku menjadi lebih baik.
Tuhan kenapa terlalu bertubi-tubi? kenapa ketika aku sedang berusaha meningkatkan ketaqwaan ku, ujian ini datang. Tuhan, lalu sekarang aku harus bagaimana? aku bosan harus berteman dengan tangis, ratap, dan sedih. Rasanya airmata ku sudah mengering.
Jika memang begini bisa menghapuskan sebagian dosanya, besarkan selalu hatinya untuk menerima ujian ini. Kuatkan imannya, lindungi dia dimana pun dia berada. Tolong sampaikan Tuhan bahwa aku sangat ingin memeluknya, berada disisinya, menemani tidurnya. Jangan biarkan setetes airmata membasahi pipinya. Tuhan berjanjilah untuk ku, jaga dia selalu, berikan lingkungan yang baik disekitarnya.
Jika memang bisa, rasanya aku sangat ingin menggantikan posisinya. Sebagai bakti ku padanya, karena telah membesarkan hingga seperti ini. Tuhan terima kasih karena beruntungnya Kau tidak mengambil dia dari kami selamanya.
Pah, aku kangeeen!
Gak akan ada lagi laki-laki yang merhatiin aku, kayak papah
Gak akan ada lagi yang smsin semangat belajar
Gak akan ada lagi yang anter jemput aku, cuma papah
Gak akan ada lagi yang teriakin aku sore-sore, cuma buat nyuruh mandi
Siapa lagi yang nyuruh bantu ganti oli kalo bukan papah, papah bilang “meski papahnya driver tapi anak papah engineer”
Siapa lagi yang nyuruh “aliiiin, bikinin papah kopi ya?”
Siapa lagi yang jadi partner rebutan remote TV setiap malem kalo bukan papah :(
Siapa lagi yang suka ciumin anaknya yang udah hampir kepala 2 pake kumisnya kalo bukan papah.
We never leave you sayangku, jagoanku!
Cepet kembali ke tengah-tengah kami. Miss you a lot
Dari bidadari kecil mu,
Evelyn